Mengapa terjadi
penyesalan di dalam kehidupan kita? Apa yang menyebabkan penyesalan sampai
terjadi, ternyata ini semua akibat kesalahan yang terjadi di masa lalu, dan
kita tidak bisa menerimanya dengan baik mengapa ini sampai terjadi. Dan kita
tidak bisa menjadikan ini sebagai pembelajaran, maka akhirnya kita sesali.
Adanya
godaan-godaan di dalam diri untuk larut dalam rasa bersalah, ada
bisikan-bisikan bahwa ini karena ketololan kita, kebodohan kita, jadi kita
disuruh bukan saja untuk sekedar menyesalinya tetapi juga mulai meratapinya.
Padahal sesuatu yang diratapi itu pastinya berlebihan, yang kita lakukan ke
arah negatif, dan membawa kita lebih terpuruk dengan kejadian yang sudah
terlanjur terjadi. Bukankah itu hal yang sia-sia?
Namun, pernah
menyesali sesuatu di masa lalu adalah hal yang baik karena hati kita masih
baik, tidak dikotori oleh ego. Kita masih sadar bahwa kita pernah berbuat salah
dan menyesalinya. Kita menyadari bahwa kita masih manusia biasa tempatnya
kesalahan, dan berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengulangi kesalahan yang
sama. Kita jadikan penyesalan di masa lalu sebagai daya ungkit bagi masa depan.
Kalau ini tidak sampai terjadi, tidak mungkin kita mendapatkan pembelajaran
dari kejadian itu. Dan bahwa Tuhan sampai mengizinkan kesalahan itu terjadi
merupakan hal yang patut kita syukuri, karena Tuhan ingin memberikan hikmah
berupa pembelajaran dari kejadian tersebut. Dan menghindari diri dari rasa
sombong.
Apabila manusia
tidak pernah berbuat kesalahan selama masa hidupnya, kadang membuat manusia itu
lupa diri bahwa manusia itu tempatnya kesalahan dan kealpaan. Maka manusia
secara oromatis tidak akan pernah membutuhkan Tuhannya, jadinya ini seperti
‘alarm’ bagi diri kita bahwa yang sempurna itu hanya Tuhan, dan sudah
sepantasnya manusia untuk sadar dan mengakui hal tersebut untuk kebaikan
dirinya sendiri.
Tanpa ada rasa
menyesal, tidak mungkin kita dapat mengakui kesalahan-kesalahan kita. Dan kalau
kita sampai tidak , justru ini yang salah –berarti kita membiarkan ego kita
memimpin diri kita, bukannya hati kita yang bersama dengan agama memimpin diri
kita. Dan inilah pentingnya kita belajar agama untuk paham agar rasa sesal kita
menjadi manfaat bagi kehidupan kita selanjutnya. Penyesalan boleh terjadi hanya
sebentar saja, jangan sampai berlarut-larut karena sesuatu yang berlarut-larut
berkonotasi berlebihan, dan agama tidak pernah mengajarkan kita untuk bersikap
berlebihan dalam segala hal karena ini akan lebih berdampak negatif daripada
positif dalam kehidupan kita.
Tips-Tips dalam menyikapi penyesalan dengan baik
- Sadarilah ketika kita menyesali sesuatu keadaan yang tidak sesuai dengan yang kita inginkan adalah hal yang wajar, karena Tuhan sudah mengizinkan hal itu terjadi di dalam kehidupan kita. Dan yang paling penting di sini bukan cara kita mengatasi kesalahan tersebut, tetapi cara bagaimana kita menyikapinya dengan cara yang terbaik.
- Manusia adalah tempatnya kesalahan dan kealpaan, jadi kalau kita memahami hal ini, tidak akan lagi membuat diri kita terpuruk dengan kesalahan yang sudah terjadi. Tetapi kita jadikan hal tersebut menjadi daya ungkit kita untuk meloncat lebih tinggi, karena bagaimana kita dapat mengetahui cara meloncat lebih tinggi kalau kita tidak pernah mengalami kejatuhan..?
- Selalu ada hikmah yang bisa kita ambil dalam setiap kesalahan di dalam kehidupan kita, karena di dunia ini tidak ada hal yang sia-sia terjadi –pasti demi kebaikan manusia itu tersebut– karena Tuhan tidak mungkin menzholimi hamba-Nya, dan ini sudah merupakan janji Tuhan. Dan apabila itu sampai terjadi juga kesalahan yang tidak kita harapkan, maka itu adalah 100% merupakan andil kita. Tetapi pertanyaannya: apakah kita mau bangkit dari kesalahan yang kita perbuat, atau terus meratapi nasib? Jawabannya ada pada diri kita masing-masing...

Komentar
Posting Komentar