Wahai para orang
tua, apakah kita tidak pernah menyadari bahwa kita adalah psikolog terbaik bagi
anak-anak kita? Mungkin ada sebagian orang tua yang bertanya mengapa demikian –karena
seharusnya yang bisa menjadi psikolog adalah orang yang berprofesi sebagai
psikolog, yang memiliki titel psikolog, dan yang pernah berkuliah di fakultas
psikologi bukan kita sebagai orang tua yang tidak pernah kuliah di fakultas
psikologi dan juga tidak memiliki titel psikolog. Itulah yang menjadi pola
pikir kita selama ini, bahwa orang yang pantas menjadi psikolog anak-anak kita
adalah orang di luar diri kita sebagai orang tua. Kita merasa tidak memiliki
pengetahuan untuk menjadi seorang psikolog, padahal yang saya maksud disini
adalah kita sebagai orang tua tidak harus kuliah dulu untuk menjadi seorang
psikolog baru kita memiliki rasa percaya diri dalam membantu tumbuh kembang
anak-anak kita.
Padahal sejujurnya,
apabila setiap orang tua memiliki keinginan untuk menjadi orang tua yang
terbaik bagi anak-anaknya –bukan hanya memberikan hal yang sifatnya hanya
materi saja, tetapi juga kepedulian kita, rasa sayang yang tulus tanpa adanya
agenda lain, yaitu demi memenuhi ambisi kita sebagai orang tua kepada anak– maka
saya bisa memastikan bahwa kita sebagai orang tua sudah pantas mendapatkan
gelar sebagai seorang psikolog terbaik bagi anak-anaknya. Karena sebagai orang
tua, terkadang kita tidak mau direpotkan dengan masalah-masalah yang dihadapi
oleh anak-anak kita, karena kita berpikir masih banyak hal lain yang harus kita
lakukan seperti pekerjaan dan karir yang menjadi fokus utama kita. Sedangkan hal
lain seperti urusan yang berkaitan dengan masalah anak-anak kita, kita serahkan
kepada orang lain yang kita pikir lebih kompeten mengurus masalah anak-anak
kita seperti pihak sekolah, psikolog, psikiater, dll.
Padahal anak-anak
kita lebih membutuhkan kehadiran orang tua mereka dalam tumbuh kembang mereka. Mereka
lebih peduli kalau orang tua mereka mau meluangkan waktu bersama mereka. Mereka
lebih peduli kalau kita tidak lebih mengutamakan pekerjaan kita di atas mereka,
dan kalau kita mau melakukan hal ini semua, saya sangat meyakini anak-anak kita
akan memiliki tumbuh kembang yang optimal. Tetapi kalau kita tidak mau melakukan semua ini dan
masih berpikir bahwa kita tidak kompeten dalam melakukannya, penulis yakin
sampai kapan pun juga anak-anak kita akan sangat bergantung dengan orang lain
dibandingkan kita sebagai orang tuanya... inikah yang kita inginkan? Apakah kita
ingin anak-anak kita lebih menghargai orang lain daripada diri kita sebagai
orang tuanya, karena mereka pikir orang lain lebih peduli terhadap mereka..? Mari
kita renungkan bersama.
Tips-Tips untuk menjadi seorang psikolog terbaik bagi anak-anak kita
- Sadarilah bahwa yang dimaksud menjadi seorang psikolog di sini bukanlah profesinya, melainkan kita sebagai orang tua memiliki tingkat kepedulian yang tinggi kepada anak-anaknya dibandingkan orang lain yang bukan orang tuanya.
- Untuk menjadi seorang psikolog terbaik bagi anak-anak kita, tidak perlu kuliah dulu sampai memiliki gelar ‘psikolog’, tetapi cukup kita mau meluangkan waktu untuk anak-anak kita seperti bercengkrama –yang sifatnya lebih mendekatkan hubungan kita dengan anak-anak kita. Karena bagaimana kita bisa mengenal pribadi anak-anak kita agar dapat mengetahui masalah yang mereka hadapi, kalau kita sendiri tidak mau meluangkan waktu untuk mereka..?
- Jadi kita tidak membutuhkan dulu gelar ‘psikolog’ apabila kita ingin membantu menyelesaikan masalah anak-anak kita. Cukup dengan menunjukkan rasa kepedulian yang besar kepada mereka tanpa adanya agenda ‘terselubung’ lain yang menjadi ambisi kita sebagai orang tua kepada mereka.

Komentar
Posting Komentar