Mahluk Yang Bernama Manusia

 


Dalam hidup, ada kalanya kita menikmati kesuksesan atau kegagalan, karena memang hidup seperti itu adanya. Tidak ada yang kekal abadi dengan kehidupan di dunia ini. Roda kehidupan akan selalu berputar. Ada kalanya kita di atas, dan ada kalanya kita di bawah. Tetapi kadang manusia lupa ketika diuji oleh Tuhannya dengan sedikit kesulitan seperti sedikit kelaparan, sedikit berkurangnya harta benda, dan sedikit dihinggapi oleh penyakit. Padahal masih dalam takaran yang sedikit jumlah nya, tetapi manusia masih gampang untuk berkeluh kesah.

Mereka menganggap Tuhan tidak peduli kepada mereka, Tuhan melupakan mereka. Padahal kalau kita mau jujur kepada diri sendiri, apakah benar Tuhan sejahat itu kepada hamba-Nya? Padahal ketika pertama kali manusia diciptakan di dunia ini, manusia mendapatkan kesempatan sebagai mahluk ciptaan Tuhan yang memperoleh keistimewaan yang belum pernah mahluk lain dapatkan, yaitu Tuhan meminta seluruh malaikat sebagai mahluk yang paling taat untuk sujud kepada manusia. Berarti betapa Tuhan sangat membanggakan hamba-Nya yang bernama manusia ini.

Tetapi pertanyaannya, apakah kita sudah memiliki kebanggaan yang sama kepada Tuhan yang menciptakan kita? Karena kadang manusia mudah mengeluh dengan keadaan yang terjadi dalam kehidupannya, terutama keadaan yang tidak sesuai dengan keinginannya. Namun mengapa kita masih suka mengeluh ketika Tuhan menguji manusia? Padahal Tuhan ingin memberikan sesuatu yang terbaik bagi hamba-Nya itu, tetapi karena kita belum terbiasa mengambil hikmah dari setiap peristiwa kehidupan ini, maka kita selalu bertanya: “Mengapa ini sampai terjadi kepada kita?” Padahal kita semua mengetahui bahwa Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jadi, apakah kita masih ingin mempertanyakan kebijaksanaan-Nya?

Tips-Tips menjadi makhluk yang bernama “manusia”

  • Berusaha selalu mencari sisi positif di dalam setiap peristiwa kehidupan kita, baik itu yang buruk maupun yang baik menurut kacamata kita, karena Tuhan selalu menitipkan pesan di dalam setiap peristiwa kehidupan kita agar kita mau berpikir, karena itulah yang membedakan manusia dengan mahluk Tuhan lainnya, yaitu kemampuan untuk berpikir.
  • Jadikan setiap peristiwa kehidupan kita sebagai pembelajaran, karena belum tentu yang menurut kita baik adalah hal yang baik untuk kita. Begitu pun sebaliknya, karena Tuhan yang Maha mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya, dan semua keputusan-Nya tidak akan pernah merugikan hamba-Nya karena Tuhan sudah membocorkan hal ini, bahwa setiap musibah yang hadir dalam kehidupan kita akibat ulah kita sendiri.
  • Selalu optimis dalam menjalani setiap fase kehidupan kita, karena sikap pesimis tidak akan pernah menyelesaikan masalah di dalam kehidupan ini. Jadi alangkah baiknya kita selalu bergairah dalam menjalani kehidupan ini karena hidup tanpa memiliki gairah  sama saja seperti peribahasa “Hidup segan, mati pun tak mau”. Apakah ini yang kita inginkan dalam kehidupan yang sementara ini..?

Komentar