Inilah alasan mengapa perintah belajar itu di dalam
agama menjadi wajib hukumnya, karena
hanya dengan belajarlah kita dapat memiliki ilmu, dan dengan ilmulah pola pikir
kita menjadi benar. Dan dengan belajar, kita juga dapat menjalani kehidupan ini
dengan baik sesuai yang diinginkan oleh agama, karena agama mengajarkan mana
yang benar dan mana yang salah. Tuhan pun menjanjikan akan meningkatkan derajat
bagi orang orang yang memiliki ilmu lebih tinggi dibandingkan manusia lain yang
tidak memiliki ilmu. Jadi, Tuhan sampai sedemikian serius menuntut manusia
untuk belajar, karena hanya dengan belajarlah manusia dapat memiliki ilmu untuk
bertahan di kehidupannya di dunia, maupun setelah hidupnya selesai di dunia ini.
Jadi, manusia bisa mendapatkan keduanya
jika manusia mau belajar.
Namun kebanyakan dari manusia itu lalai, tidak mau melakukannya dikarenakan manusia cepat merasa puas dengan keadaannya saat ini. Padahal manusia diperintahkan oleh Tuhan untuk berlomba-lomba dalam kebaikan, dan ini merupakan kode dari Tuhan bahwa kita harus memiliki ilmu agar kita dapat melakukan kebaikan kebaikan yang diperintahkan oleh agama. Semua ini hanya dapat terjadi dikarenakan ilmu yang dimiliki oleh manusia tersebut. Hanya dengan ilmu kita dapat merubah pola pikir kita, tidak ada yang lain. Namun jangan salah paham, ilmu itu tidak hanya yang dari buku saja, tetapi juga dari cara kita melihat tanda-tanda kebesaran Tuhan melalui ciptaanya di alam semesta.
Tips-tips dalam membentuk mindset yang benar
- Kemauan belajar yang tinggi, karena tanpa kemauan belajar yang tinggi, sulit bagi kita memiliki mindset yang benar. Karena hanya dengan belajar kita dapat memiliki ilmu untuk memiliki mindset yang benar.
- Mindset yang benar datangnya pasti dari ilmu yang benar, dan ilmu yang benar pasti datangnya dari agama. Oleh karena itu, marilah kita mempelajari agama dengan sungguh-sungguh agar kita dapat mengetahui mindset yang benar itu seperti apa.
- Ilmu itu hadir apabila kita memiliki niat yang tulus untuk mengikuti perintah Tuhan untuk belajar, bukan dikarenakan untuk menyombongkan diri di hadapan manusia, karena perilaku manusia hanya dinilai oleh Tuhan dari niatnya.

Komentar
Posting Komentar