Mengapa itu masih
saja terjadi, menurut pendapat penulis karena logika berpikir mereka masih
berorientasi dunia yaitu “apa untungnya buat saya kalau peduli dengan orang
lain?” Oleh karena itu sampai kapan pun pasti mereka akan selalu membela
mati-matian logika berpikir mereka, karena tujuan mereka bukan karena untuk
kebaikan bersama, tetapi apa yang paling menguntungkan buat diri mereka sendiri.
Karena di agama pun sudah dibocorkan kalau kita ingin selamat di kehidupan
dunia ini, maka kita harus peduli dengan sesama, jadi kita tidak akan pernah
berpikir logika kitalah yang paling benar dan yang lain salah, yang dapat
menyebabkan terjadinya konflik di antara manusia karena tidak ada di antara
mereka yang mau saling membantu sesama.
Kalau pola pikir
mereka selalu berorientasi untuk sesama, penulis yakin takkan ada pengagungan
logika berpikir diri pribadi, karena kita selalu berpikir apakah keputusan yang
saya buat ini akan merugikan orang banyak atau tidak. Kita memiliki tingkat
kewaspadaan yang tinggi tetapi kalau kita hanya fokus terhadap logika dari cara
berpikir kita sendiri pasti hanya nafsu yang berbicara, padahal itulah sumber
malapetaka yang sebenarnya. Maka tidak aneh kalau peperangan, perselisihan, dan
penindasan masih saja terjadi di dunia ini.
Tuhan sudah
mengetahui bahwa makhluk ciptaan-Nya yang bernama manusia ini masih memiliki
nafsu, maka kalau dibiarkan tanpa petunjuk dalam kehidupannya –yang berasal
dari Sang Pencipta manusia itu sendiri, yaitu Tuhan yang Maha Esa– maka manusia
akan tersesat selamanya di dalam kehidupan dunianya, karena Tuhan paling
mengetahui mahluk ciptaan-Nya sendiri. Apa yang mereka butuhkan untuk selamat
di dunia, maka dibuatlah kitab suci sebagai pedoman kehidupan manusia.
Oleh karena itu
penulis menghimbau para pembaca yang budiman, jadikanlah agama sebagai landasan
kita untuk berlogika maupun berpikir, karena tidak ada cara yang lebih baik –karena
Tuhan pasti lebih mengetahui mahluk ciptaan-Nya dibandingkan makhluk-Nya itu
sendiri.
Tips-Tips dalam kita berlogika maupun berpikir
- Jadikan selalu agama sebagai landasan kita berlogika maupun berpikir, karena tanpa kita melakukan hal tersebut, bisa dipastikan landasan logika berpikir kita itu selalu salah. Karena agama sebagai pedoman kehidupan manusia yang berasal dari Sang Maha Pencipta.
- Jangan pernah mengagung-agungkan logika berpikir kita kalau tidak memiliki landasan logika berpikir dari agama, karena bisa dipastikan landasan logika berpikir kita itu lemah. Karena kita hidup berdasarkan asumsi-asumsi yang kita miliki, dan sebagaimana kita ketahui bersama bahwa manusia adalah tempatnya kesalahan. Jadi bagaimana kita bisa yakin dengan asumsi yang kita miliki..?
- Berusaha memahami agama dengan menyeluruh, jangan setengah-setengah agar landasan logika berpikir kita menjadi benar. Di dunia ini tidak ada satu pun referensi yang paling dapat dipercaya selain agama, karena yang lain adalah ciptaan manusia. Maka kalau kita sampai tidak memahaminya, bisa dipastikan logika berpikir kita akan selalu salah dan akibatnya kehidupan kita di dunia lebih banyak mengalami masalah dibandingkan kebahagiaan.

Komentar
Posting Komentar