IBU

 


Wahai para Ibu di mana pun Engkau berada, Engkau ibarat cahaya yang terang bagi keluargamu ketika mereka berada di dalam gelapnya malam...

Engkau adalah penyejuk hati bagi hati yang terluka untuk keluargamu tanpa diminta...

Engkau adalah pelindung utama bagi keluargamu ketika sudah tidak ada lagi manusia lain yang bisa diharapkan meskipun engkau adalah seorang wanita yang seharusnya dilindungi...

Engkau adalah wanita yang penuh dengan kasih tanpa meminta untuk dikasihi...

Engkau adalah sosok yang tanpa pamrih meminta balasan atas jasa-jasamu mengurus keluarga meskipun kurang dihargai...

Engkau adalah pembela bagi keluargamu ketika tidak ada satu orang pun yang mau membela keluargamu...

Engkau adalah tempat mencurahkan segala isi hati baik suka maupun duka bagi keluargamu ketika sudah tidak ada lagi orang yang mau mendengar keluh kesah mereka...

Engkau adalah sosok wanita yang rela mengalami kelaparan dibandingkan tega melihat keluargamu kelaparan...

Engkau adalah pelindung utama bagi keluargamu ketika mereka disakiti...

Engkau adalah sosok yang paling penyabar dalam menghadapi pahit getirnya kehidupan di dalam keluargamu ketika semua orang tidak lagi memiliki kesabaran...

Engkau adalah benteng terakhir bagi keluargamu ketika benteng-benteng yang lain pergi menyelamatkan diri mereka masing-masing...

Engkau adalah penyemangat hidup bagi keluargamu ketika semua orang menyerah untuk kalah...

Engkau mengurus keluargamu dengan sepenuh hati meskipun jarang dipuji atas jasa-jasamu...

Engkau  lebih suka berkorban untuk keluargamu dibandingkan meminta pengorbanan mereka untukmu...

Engkau adalah sosok seorang wanita yang sudah tidak memikirkan kebahagian dirinya dibandingkan memikirkan kebahagian keluarganya...

Engkau adalah sosok manusia utama bagi seorang nabi, sampai meminta seorang anak manusia lebih menghormati ibunya lebih dari tiga kali dibandingkan ayahnya, begitu terhormatnya engkau wahai para ibu dibandingkan sosok seorang ayah...

Jadi di mana pun Engkau berada saat ini, takkan pernah ada yang bisa menggantikan jasa-jasamu... begitu mulianya Engkau bagi manusia yang mau untuk berpikir...

Tips-Tips dalam memuliakan seorang ibu

  • Pahami bahwa sosok seorang ibu sangat dimuliakan di dalam agama sampai kita tidak akan pernah mendapatkan kebahagian kalau kita tidak pernah terbersit keinginan untuk dapat membahagiakan orang tua kita terutama ibu terlebih dahulu karena Tuhan sudah mengatakan, “Pertolongan-Ku tergantung dari doa yang dipanjatkan oleh orang tuamu terutama ibumu kepada-Ku”.
  • Kita tak perlu menunggu kaya raya dulu baru mau berbakti kepada ibu kita, karena ibu lebih membutuhkan kehadiran dan kepedulian kita terhadapnya. Jadi buat apa kita menunggu kaya, baru bisa berbakti kepada ibu kita sedangkan kita tidak tahu persis kapan maut menjemput diri kita.
  • Seorang ibu akan selalu memperlakukan kita seperti anak kecil meskipun usia kita sudah dewasa, karena beliaulah yang melahirkan dan juga membesarkan kita sejak kecil sampai usia kita saat ini. Jadi wajar kalau ibu kita terus memperlakukan kita seperti itu, karena rasa sayangnya yang beliau tidak dapat sembunyikan dari kita. Jangan sampai kita mengeluarkan kata-kata yang menyakiti perasaan ibu kita karena memperlakukan kita seperti itu –karena rasa sayang ibu yang tidak pernah lekang oleh waktu.

Komentar