“Bekerjalah kamu, maka Tuhan beserta nabi dan
orang-orang yang berada di sekelilingmu akan menilai pekerjaanmu itu”... di sini
sudah sangat jelas bahwa kita diperintahkan untuk bekerja, bukan untuk
berleha-leha. Karena apa pun cita-cita kita, impian kita tidak akan pernah terwujud
kalau kita tidak melakukan apa-apa. Dibutuhkan kesungguhan usaha yang kita
lakukan... dan Tuhan tidak meminta hasilnya, tetapi kita diperintahkan hanya
untuk bekerja, dan pekerjaan kita itu akan dinilai oleh-Nya. Berarti kita hanya
disuruh bekerja yang optimal, bukan bekerja dengan asal-asalan.
Kalau kita mau memahami ini dengan sebenar-benarnya
pemahaman yang jujur pada diri sendiri, maka tidak mungkin kita akan memiliki
sifat malas atau menyalahkan takdir yang sudah Tuhan berikan kepada kita. Karena
kita mengetahui takdir kita disebabkan oleh apa yang kita kerjakan,
bukan yang tidak kita kerjakan. Kalau
kita ingin memiliki takdir yang baik, kerjakan hanya hal-hal yang baik saja,
maka takdir kita pun akan baik. Namun fokus utama kita jangan ke hasil, karena
hasil itu hanyalah ‘bonus’ dari Tuhan. Fokuslah bekerja yang optimal agar hasil
yang kita upayakan bisa maksimal –jangan dibalik, ingin hasil yang maksimal,
tetapi bekerja tidak optimal– maka hasil pun akan mengikutinya.
Meskipun tidak selalu 100% sama antara hasil dan upaya
–karena masih ada wewenang Tuhan di situ, yang menentukan– tetapi yang penting
kita sudah berusaha yang terbaik yang kita bisa, karena kadang hasil itu
berbanding lurus dengan upaya kita. Tetapi jangan juga ketika usaha pertama
kita gagal, lalu kita menyerah... tidak mau melanjutkan upaya yang kedua, dan
upaya-upaya selanjutnya... maka bagaimana Tuhan dapat menilai hasil pekerjaan
kita? Sedangkan kita cepat sekali menyerah. Maka tidak ada alasan lagi bagi
kita untuk tidak bekerja sungguh-sungguh, karena dengan kita bekerja maka harga
diri kita sebagai manusia mendapatkan tempatnya di sisi Tuhan.
Tips-tips dalam bekerja
- Pilih pekerjaan bukan karena rasa gengsi, tetapi pilihlah pekerjaan yang di mana kita dapat berkontribusi dengan optimal, karena sesuai dengan potensi yang kita miliki.
- Selalu mengevaluasi pekerjaan yang sudah kita lakukan, karena apa pun pekerjaan yang kita lakukan tanpa adanya keinginan untuk terus memperbaiki diri maka percuma saja kita diberi akal dan pikiran oleh Tuhan –karena kalau kita memahami warning dari Tuhan bahwa pekerjaan kita akan dinilai oleh-Nya, maka kita akan selalu memberikan yang terbaik untuk Tuhan kita.
- Jangan terlalu fokus dengan hasil yang bisa kita dapatkan, karena pasti hanya rasa kecewalah yang kita dapatkan kalau tidak sesuai dengan harapan. Tetapi fokuslah pada apa yang kita kerjakan, agar hasil pun dapat kita raih secara maksimal... karena bagaimanapun juga bekerja dengan optimal biasanya tidak mengkhianati hasilnya, meskipun ada wewenang Tuhan yang menentukan di situ... karena manusia hanya bisa berusaha, tetapi Tuhanlah yang menentukan hasilnya –namun kita juga diperintahkan untuk selalu berbaik sangka, karena Tuhan sesuai dengan prasangka hamba-Nya.

Komentar
Posting Komentar