Where There is a Will, There is a Way

 


        “Di mana ada kemauan di situ ada jalan” itu adalah pernyataan yang benar adanya, karena kemauan adalah pendorong terkuat di dalam kehidupan seorang anak manusia dalam menapaki kesuksesannya. Karena hidup tanpa memiliki kemauan pasti kehidupan kita akan terasa hambar karena tidak ada hal yang spesial yang kita lakukan yang dapat merubah kehidupan kita menjadi lebih baik. Karena perintah agama pun sudah jelas: kita harus lebih baik dibandingkan hari ini. Berarti kalau kehidupan kita sama dengan hari kemarin, apalagi lebih buruk, berarti ada yang salah dengan pola pikir kita. Karena kehidupan itu harus selalu berubah. Kalau tidak berubah, kita yang akan dipaksa berubah oleh kehidupan karena kehidupan manusia pasti berubah dari waktu ke waktu, dan tidak mungkin tidak berubah karena manusia diberikan akal dan pikiran oleh Tuhan pasti memiliki tujuan yaitu agar manusia selalu mengubah kehidupannya kearah yang lebih baik.
        Oleh karena itu manusia diberikan agama oleh Tuhan sebagai petunjuk agar manusia selalu mau memperbaiki diri. Tetapi masalahnya kadang manusia menyia-nyiakan potensi yang sudah diberikan oleh Tuhan untuk terus memperbaiki kehidupannya menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Bahkan terkadang manusia terjebak dalam pola pikir lamanya, yaitu senang berada di zona Nyaman, yaitu zona yang kalau saya pikir zonanya setan –zona yang menghambat potensi manusia kearah yang lebih bermanfaat bagi kehidupannnya karena setan selalu senang apabila manusia kehidupannya tidak bermanfaat agar manusia tersebut mudah untuk menyalahkan nasibnya. Padahal nasib seorang anak manusia tergantung dari perbuatan yang dia lakukan.
        Seperti yang pernah Henry Ford katakan, “Jika Anda berpikir Anda dapat melakukan sesuatu atau berpikir Anda tidak dapat melakukan sesuatu, Anda benar”. Jadi, kitalah ‘Tuan’ atas kehidupan kita, di mana ada kemauan pasti selalu ada saja jalannya, tinggal kita mau memilih yang mana..?

Tips-Tips untuk selalu memiliki kemauan sebagai pemenang di dalam kehidupan ini :

  • Pikirkan sebelum bertindak: apakah perbuatan yang akan kita lakukan ini memiliki dampak yang positif atau negatif di dalam kehidupan kita sesuai dengan yang diperintahkan oleh Agama?
  • Apabila memiliki dampak yang positif, lakukanlah dengan kemauan tingkat tinggi untuk berhasil karena kemauan adalah pendorong terkuat manusia dalam bergerak menjemput impiannya.
  • Tidak ada lagi alasan untuk kita tidak memiliki kemauan yang besar untuk kehidupan yang lebih baik, karena itu sudah merupakan perintah agama. Karena  keberhasilan kita di dunia ini tergantung dari seberapa besar kemauan kita untuk menjadi lebih baik di dalam kehidupan ini, agar tujuan utama kita dapat tercapai, yaitu: menjadi manusia yang paling bermanfaat bagi sesama seperti yang diperintahkan oleh agama.

Komentar